Petualangan Deni Manusia Ikan

Oleh: Setiadi R. Saleh


D
eni Manusia Ikan adalah komik saduran yang sampulnya digambar ulang oleh Widodo Noor Slamet atau lebih dikenal Wid NS (almarhum). Judul asli Deni Manusia Ikan, Fishboy: Denizen of the Deep ditulis oleh Scott Goodall, digambar oleh John Stokes. Tidak jelas Deni Manusia Ikan nama aslinya siapa. Identitasnya seperti makhluk mutan. Tidak punya pekerjaan dan musuh. Tinggalnya di pulau tak berpenghuni. Mulanya Deni terdampar di sebuah pulau. Keunikan sensasinya terletak di tokoh Deni yang mencari ibu-bapaknya. Petualangannya memakan waktu hampir 8 tahun. Selama kurun itu Deni bertemu dengan banyak hal; cobaan dan bongkahan rintangan. Deni memiliki keistimewaan mampu bernafas dalam air dan berbicara dengan makhluk-makhluk air. Kaki dan tangannya berselaput, ia bahkan bisa berenang lebih cepat dari ikan.

Bagi yang masa kecilnya hidup di tahun 80-an. Cerita ini menjadi ikon perbincangan tersendiri. Kisah Deni Manusia Ikan pertama kali dimuat di majalah anak-anak Bobo, tampilan hitam-putih dan mendapat ruang 2 halaman. Komik ini kemudian diterbitkan oleh Gramedia sampai 16 jilid dengan ukuran 21 x 28 cm edisi softcover dijual seharga Rp. 600.- perak. 

Secara keseluruhan petualangan Deni Manusia Ikan penuh adegan mendebarkan.  Semangatnya begitu mendunia, kadang ia berada di Scotlandia, Danau Lochness atau di sebuah samudra. Bukan hanya isi tetapi juga ilustrasinya benar-benar halus dan memikat. Terutama saat mendeskripsikan partikel cerita dari satu kisah ke kisah selanjutnya. Lihat saja ketika Deni dan awak kapal Niger Queen, atau ketika hampir terserempet pesawat terbang, lalu saat menyelamatkan dokumen rahasia dan masih banyak lagi. Penulisnya benar-benar piawai menggemburkan emosi pembaca. Momen-momen ketika Deni akan berjumpa dengan ibu-bapaknya selalu saja ada aral menghadang. Tetapi, Deni tidak pernah menyerah. Sekalipun sudah tertangkap, entah itu oleh penjahat atau polisi. Selagi masih ada air, Deni pasti bisa menyelamatkan diri. Setiap ia menceburkan diri ke air. Ia selalu berujung kepada sebuah arus yang bermuara ke samudra. Indahnya lagi, ke manapun Deni pergi ia selalu dikerumuni dan familier dengan wartawan. Wartawan jualah yang mempertemukan Deni Manusia Ikan dengan ibu-bapaknya. Sungguh benar-benar kisah yang membuat pembaca ingin membacanya lagi sebagaimana masa kecil dulu.[]



Comments